Siapakah AL-IDRISI



Nama lengkapnya Abu Abdillah, Muhammad bin Idris Al-Hammudi Al-Hasani Al-Qurthubi.

Lahir di pesisir Sibtah, Maroko Utara, kawasan selat Gibraltar.

Memperoleh ilmunya di Kordova, Andalusia, tempat dia pindah setelah itu. Dia banyak mempelajari geografi. Pada bidang ini dia banyak menghasilkan penemuan baru.

Beliau berkelana di negara-negara Afrika utara. Dari situ dia banyak mengenali desa-desa dan kota-kota yang ada di sana. Beliau mengunjungi beberapa kota pesisir laut Tengah Prancis dan Inggris, malah pernah pergi ke negeri-negeri timur, yaitu, Mesir, Syiria, dan Asia Kecil (Turki sekarang).

Dengan kecerdasan yang luar biasa, sifat rendah hati yang jarang ada duanya dan pengetahuannya yang luas, Al-Idrisi banyak menguasai berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan, seperti; matematika, geografi, ilmu falak, fisika, politik, kedokteran dan kegunaan jenis-jenis rumput, beserta bentuk dan tempatnya.

Al-Idrisi pindah ke Sisilia atas undangan dari rajanya, Roger. Saat itu Sicilia adalah pusat perdagangan, pertukaran budaya dan pertemuan pemikiran-pemikiran dunia.

Mengetahui kecerdesannya.

Raja Sicilia meminta Al-Idrisi untuk menyusun sebuah buku yang mencakup semua pengetahuan dasar tentang geografi. Dia pun menulis bukunya Nuzhatul Musytaq fi ikhtiraqil Afaq (Jalan-jalan perindu dalam menjelajah negeri-negeri). Buku ini mempunyai banyak kelebihan dalam bidangnya. Di dalamnya tercantum 70 peta tempat-tempat di dunia yang menurut ukuran zamannya sangat teliti. Hal penting lagi, yaitu Al-Idrisi berpendapat bahwa bumi ini bulat. Melawan arus konsep bumi datar yang berlaku saat itu.

Banyak mengkritik, mengomentari dan menjelaskan kata-kata sulit yang ada dalam literatur-literatur yang ditulis oleh para pendahulunya. Juga menulis tentang riwayat perjalannya yang mencakup keterangan tentang tempat-tempat mata air sungai Nil dan binatang-binatang yang ada di daerah-daerah itu, serta menentukan batas-batas laut khatuliswa yang sampai saat itu para ilmuwan gagal melakukannya.

Al-Idrisi juga telah melakukan pengukuran garis lingkar bumi. Hasilnya; 22.900 mil = 42185 km. Tidak jauh berbeda dengan panjang lingkar yang sebenarnya, yaitu; 40068 km.
(495-560 H./1099-1165 M)

Hasil karyanya yang paling terkenal:

*Nuzhatul Musytaq fi Ikhtiraqil Afaq

* Al-Jami‘ li shifat asytatin nabat (Kumpulan sifat-sifat tumbuhan)

*Al-Adwiyah al-Mufradah (obat-obat yang berdiri sendiri).

*Al-Masalik wal Mamalik (jalur dan kerajaan).

* Kebahagiaan manusia dan jiwa